Senin, 24 Mei 2010

Pelantikan Perwira Remaja

Dengan mengamati photo diatas, mari kita flash back dan mengingat-ingat kembali serta merenungkan tentang indahnya kebersamaan dikala itu dipenghujung tahun 1966 dimana kita para Taruna ke-empat angkatan (AMN, AAL, AAU dan AKPOL) sedang bersiap di depan Istana Negara untuk dilantik menjadi Perwira Muda oleh Presiden R.I. Ke-I Ir. Soekarno (merupakan pelantikan terakhir beliau) yang dilaksanakan pada tanggal 11 Nopember 1966.


Pengabdian yang Terpanjang 1966-1990

Minggu, 23 Mei 2010

LOGO MOROLAS



BENTUK LOGO

Logo terdiri dari satu gambar grafis dan dua baris text yang merupakan satu kesatuan.

Gambar grafis. Berbentuk komposisi grafis yang terdiri dari dasar/latar belakang berupa silhouette Logo AAL (LAMBANG WIJAYAKUSUMA) berwarna kuning emas, di tengah-tengahnya tertera gambar perahu layar/yacht berupa silhouette berwarna merah yang dimodifikasi/direkayasa menjadi bentuk menyerupai angka 12, dengan bendera/ular-ular merah putih berkibar kearah belakang.

Dibawah gambar tersebut tertera 2 baris text. Text pada baris pertama adalah “MOROLAS”, sebutan bagi PAGUYUBAN ALUMNI AAL ANGKATAN-XII yang dicetak dengan menggunakan font : ARIAL BLACK. Text pada baris kedua adalah motto MOROLAS : “ dalam kebersamaan dan kekeluargaan “, yang dicetak dengan font Monotype Corsica.

Gambar grafis dan text diatas adalah bentuk baku dari LOGO MOROLAS.

PENJELASAN LOGO dan MAKNA PHILOSOPHIS

Gambar latar belakang berupa silhouette “Logo AAL“ (LAMBANG WIJAYAKESUMA) berwarna “kuning emas“, memberi makna bahwa MOROLAS berlatar belakang pendidikan di AAL, bahwa MOROLAS datang dari AAL, bahwa “AAL adalah sumber dari MOROLAS“. Warna kuning emas sebagai warna silhouette memberikan warna bahwa kita / warga MOROLAS menempatkan AAL sebagai sesuatu yang “sangat indah dan berharga“ bagi MOROLAS. Juga institusi yang “sangat dihormati dan terhormat“ bagi MOROLAS.

Gambar “perahu layar/yacht” memberi makna bahwa pada hakekatnya “habitat MOROLAS adalah laut”. Perahu layar/yacht dengan layar terkembang penuh menggambarkan bahwa perahu tersebut sedang melaju dengan kecepatan dan kapasitas penuh. Warna merah berarti “berani”.

Penerapan warna merah pada silhouette perahu layar/yacht memberikan makna “dimilikinya keberanian untuk menggapai suatu tujuan”. Haluan perahu layer/yacht digambar sedikit terangkat untuk memberi kesan “gagah”.

Bendera/ula-ular “merah putih” menggambarkan “semangat kebangsaan”.

Pada umumnya gambar perahu layar/yacht yang sedang berlayar, benderanya terlihat berkibar kearah depan, karena pada umumnya perahu layar/yacht berlayar dengan mendapat dorongan angin dari belakang, atau berlayar mengikuti arah angin. Pada logo MOROLAS, bendera/ular-ular berkibar kearah belakang, berarti perahu layar/yacht tersebut sedang berlayar tidak mengikuti arah angin, melainkan “menentang arah angin” yang dapat dilakukan zig-zag. Pada kondisi yang demikian, angina bertiup dari arah antara haluan dan lambung kanan atau kiri perahu layar/yacht, sehingga bendera/ular-ular terlihat berkibar kebelakang. Gambaran ini memberikan makna bahwa warga MOROLAS “punya tujuan dan punya keberanian untuk menggapai tujuan tersebut” tanpa hanya atau bukan sekedar ikut arah angin (bending with the wind).

Gambar perahu layar/yacht berupa silhouette domodifikasi / direkayasa menjadi bentuk menyerupai angka 12, jelas memberikan identitas bahwa MOROLAS adalah alumni AAL Angkatan ke-XII.

Text “MOROLAS” dan “dalam kebersamaan dan kekeluargaan” secara langsung sudah menjelaskan maknanya.

Catatan : Logo dan pemikiran philosophisnya ini sudah di “create” sejak tahun 2000-an dan pernah disampaikan / dijelaskan secara lisan pada acara silaturahmi MOROLAS pada tahun 2003 di Ladokgi oleh rekan Daryono Dirdjosuparto


TENTANG KAMI

MOROLAS adalah singkatan nama dan sebutan dari sebuah Paguyuban Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Morokrembangan Surabaya, Angakatan ke-XII, 1962-1966 yang sampai saat ini masih merupakan sumber daya potensial yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sesama anggota keluarga besarnya dan masyarakat pada umumnya. Merupakan kependekan dari kata “ Moro Rolas “ artinya Morokrembangan tempat kampus AAL berada dan Rolas sama dengan 12 (dua belas) yaitu identitas AAL Angkatan ke-XII.

Bahwa untuk kepentingan tersebut diatras diperlukan sebagai wadah guna berinteraksi dan beraktivitas yang bermanfaat bagi kehidupan sosial dan kemaslahatannya.

Maka dengan memohon berkah, rakhmat dan ridho Tuhan Yang Maha Esa dan dilandasi rasa kebersamaan dan kekeluargaan serta semangat bergotong-royong, didirikanlah wadah bagi MOROLAS yang berada di Wilayah Barat dan Wilayah Timur yang bersifat kekeluargaan sebagai upaya penyesuaian wadah organisasi yang sudah ada sebelumnya.

Morolas Wilayah Barat meliputi daerah-daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera dan Luar Negeri, sementara Wilayah Timur meliputi daerah-daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan yang menjadi tempat domisili para anggotanya. Bagi anggota yang berdomisili diluar daerah-daerah yang telah disebutkan (jika ada) akan ditentukan untuk diwadahi di- Morolas Wilayah Barat atau Timur.

Morolas berfungsi sebagai wadah komunikasi sosial diantara warga dan keluarga Morolas untuk memelihara dan meningkatkan silaturahmi serta membina kepedulian bersama. Yang bersifat mandiri, nirlaba dan tidak berada atau bagian dari organisasi politik atau organisasi terlarang apapun.

Morolas berazaskan Gotong Royong dengan tujuan untuk memelihara tali silaturahmi dan membina kebersamaan dan kekeluargaan serta kepedulian bersama menyongsong hari tua yang tetap sehat sejahtera dan berguna bagi sesama anggota maupun masyarakat lingkungannya.

1) Keanggotaan bersifat otomatis bagi warga Morolas dan Istrinya.

2) Keanggotaan berakhir bila anggota yang bersangkutan meninggal dunia.

Salah seorang anggota Morolas atas persetujuan dari dan mewakili anggota Morolas yang disepakati untuk menjadi Penasehat.

Kepengurusan terdiri atas sekelompok anggota Morolas yang dipilih oleh Rapat Umum Anggota melalui penunjukan Formatur yang diberi tugas untuk menyusun personalia Kepengurusan. Tata cara pemilihan Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Susunan Pengurus Morolas sesuai Wilayah masing-masing secara rinci dapat dilihat pada tampilan terpisah.

Tugas Utama Pengurus antara lain melakukan upaya dan kegiatan demi tercapainya tujuan Morolas yaitu memelihara tali silaturahmi dan membina kebersamaan dan kekeluargaan serta kepedulian bersama menyongsong hari tua yang tetap sehat sejahtera dan berguna bagi sesama anggota maupun masyarakat lingkungannya.

Masa Bakti Kepengurusan disesuaikan dengan kondisi Wilayah masing-masing, namun sebagai pedoman biasanya berlaku setiap 5(lima) tahun.

Hubungan dengan pihak luar Morolas yang mengikat diputuskan dalam Rapat Pleno Pengurus.

Keuangan Morolas berasal dari Saldo Tabungan dan Dana Abadi , donator (anggota Paguyuban atau Non Paguyuban), sumbangan dari pihak lain yang tidak mengikat dan usaha-usaha lain yang disetujui oleh Rapat Pleno Pengurus.

Masalah-masalah krusial yang terjadi dimasa mendatang yang tidak dapat diselesaikan dengan acuan AD/ART, ditempuh dengan jalan musyawarah mufakat dalam rapat-rapat.

Pembubaran Morolas dilakukan melalui Rapat Umum Anggota atas usul dari Keputusan Rapat Pleno Pengurus.

Berikut adalah bentuk Logo kami, yang arti dan penjelasannya secara rinci dapat dilihat pada tampilan terpisah.


 
Copyright 2009 MOROLAS. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan